Pusing mikirin skripsi? Bingung dengan penelitian kuantitatif? Mau olah data penelitian tapi gak tau gimana caranya? Atau, mau mengolah data tapi gak mau rempong? Udahhh, ke S-Hunter aja!! 😁😁😁
Monday, 22 May 2017
Jasa Olah Data dan Bimbingan Privat SPSS di Gorontalo
Pusing mikirin skripsi? Bingung dengan penelitian kuantitatif? Mau olah data penelitian tapi gak tau gimana caranya? Atau, mau mengolah data tapi gak mau rempong? Udahhh, ke S-Hunter aja!! 😁😁😁
Thursday, 27 April 2017
Formulir Penggunaan Jasa S-Hunter
Sebelum mengisi formulir di bawah ini, harap untuk membaca jenis jasa yang ditawarkan oleh S-Hunter dan prosedur pendaftaran.
Daftar Tarif Jasa S-Hunter
Jenis
Jasa
|
Tarif
|
Paket
Regresi Sederhana
|
Paket
Regresi Berganda
|
||
Bimvat
|
Rp
750.000
|
||||
Olah Data
|
|||||
Uji Validitas dan Reliabilitas per
Variabel
|
Rp
35.000
|
√
|
√
|
||
Analisis Statistik Deskriptif (2
variabel)
|
Rp
150.000
|
√
|
|||
Analisis Statistik Deskriptif (3-5
variabel)
|
Rp
250.000
|
√
|
|||
Method of Successive Interval
|
Rp
50.000
|
√
|
√
|
||
Analisis Univariat
|
Rp
100.000
|
||||
Analisis Bivariat
|
|||||
Korelasi Pearson
|
Rp
100.000
|
||||
Korelasi Parsial
|
Rp
100.000
|
||||
Korelasi Kendall
|
Rp
100.000
|
||||
Korelasi Spearman
|
Rp
100.000
|
||||
Regresi Sederhana
|
Rp
300.000
|
√
|
|||
Analisis Multivariat
|
|||||
Regresi Berganda
|
Rp
450.000
|
√
atau
|
|||
Regresi Berganda Binari
|
Rp
450.000
|
√
atau
|
|||
Regresi Berganda dengan Variabel Dummy
|
Rp
450.000
|
√
|
|||
Tarif Paket A
|
Rp 500.000
|
Rp 650.000
|
|||
Tarif Paket B
|
Rp 600.000
|
Rp 800.000
|
Tuesday, 14 February 2017
Kepedihan dan Kenikmatan
Kepedihan, ibarat hati
yang rapuh. Kepedihan, bagaikan logika yang tak dapat dirasionalisasi. Kepedihan
laksana badai dalam kegelapan samudera. Kepedihan identik dengan jurang
keputusasaan, kesengsaraan, dan penderitaan. Kepedihan dalam kehidupan,
siapakah yang tak mengalaminya? Setiap orang tanpa terkecuali pernah mengalami
kepedihan, sebagaimana dalam firman Allah SWT (Q.S. Al Balad ayat 4) yang
artinya:
“Sungguh Kami telah ciptakan manusia berada dalam susah
payah”
Kepedihan bukan berarti
kita harus menyerah. Kepedihan bukan berarti kita harus pasrah tanpa berbuat
apa-apa. Sebab, kepedihan bukan akhir dari kehidupan. Justru, karena
kepedihanlah kita bisa belajar makna kehidupan. Karena kepedihanlah, kita bisa
menghargai kehidupan. Karena hidup ini hanya sekali. Maka merugilah orang yang
terpuruk dalam kepedihan. Bangkit dari kepedihan, itulah hal yang harus
dilakukan untuk mengatasi kepedihan. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Q.S. Al
Insyiraah ayat 5-8:
“Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu
ada kemudahan. Sesungguhnya
beserta kesulitan itu ada kemudahan. Maka
apabila engkau telah selesai, maka
tegaklah. Dan hanya kepada Tuhanmu, hendaklah engkau berharap”
Tak ada kesulitan tanpa
kemudahan. Tak ada kepedihan tanpa kenikmatan. Yakinlah, ini adalah proses
hidup yang engkau jalani karena bernilainya hidup yang engkau lalui ketika
engkau menghargai proses tersebut. Seberapa pedih kehidupan yang engkau jalani,
sesungguhnya disitulah letak kenikmatan dalam hidupmu. Proses yang engkau lalui
untuk bangkit dari kepedihan, merupakan nikmat yang tak bisa terganti oleh
apapun. Sebab, kepedihanlah yang mengantarkanmu pada kesuksesan dalam hidup.
Kenikmatan sejati adalah kepedihan itu sendiri. Karena dengan demikian, engkau
akan menjadi pribadi yang bijaksana dalam menyikapi permasalahan kehidupan.
Kekayaan dan Kemiskinan
Kekayaan dan kemiskinan,
ibarat perbandingan antara cantik dan buruk rupa. Kekayaan akan
tervisualisasikan secara cantik, sebaliknya kemiskinan akan tervisualisasikan
secara buruk rupa. Jika ditinjau dari aspek finansial, maka kekayaan tentu saja
dapat didefinisikan sebagai kehidupan yang bergelimang harta, tak kekurangan
sedikit apapun. Dengan harta yang bergelimang, seseorang bebas untuk tidak
bekerja tanpa harus mengkhawatirkan masa depannya. Dengan tak merasa
kekurangan, kebutuhan tersier akan tergeser menempati posisi kebutuhan primer.
Tak ada yang perlu dikhawatirkan, cukup bersenang-senang menikmati indahnya surga
dunia. Sementara kemiskinan merupakan kehidupan yang serba kekurangan dan penuh
penderitaan. Kemiskinan diwarnai dengan kelaparan dan kesulitan dalam memenuhi
kebutuhan primer.
Jika ditinjau dari segi
kesehatan akal dan hati, maka definisi dan makna dari kemiskinan dan kekayaan
di atas jauh berbeda. Kekayaan sejati adalah kebijakan hati akan kenikmatan
hidup yang diperoleh. Kebijakan hati akan ditandai dengan ikhlasnya seseorang
dalam menerima ujian dari Sang Khaliq, entah ia hidup dalam tak kekurangan satu
apapun atau ia hidup dengan penuh perjuangan untuk memenuhi kebutuhannya. Sementara
kenikmatan hidup adalah ketenangan batin atas suatu peristiwa atau persoalan
kehidupan yang dilaluinya. Hal ini akan terefleksikan melalui rasa syukur. Orang
yang terkategori dalam kekayan sejati akan diwarnai dengan senyum keikhlasan
dan rendah hati. Orang yang memiliki kekayaan ini, akan lebih tenang dalam
menghadapi persoalan kehidupan karena mereka memiliki akal dan hati yang sehat,
jauh dari rasa iri dan mengeluh. Sehingga, persoalan kehidupan adalah hal yang
mudah untuk mereka lalui dengan penuh kesabaran.
Sementara kemiskinan
merupakan kekosongan hati yang tak bermakna. Kemiskinan merupakan hati yang
kusam, ibarat mawar yang telah layu. Kemiskinan akan ditandai dengan rasa iri
bahkan dengki atas ketidakcukupan rezeki. Kemiskinan diwarnai dengan
ketidaksenangan atas kelebihan yang diperoleh orang lain bahkan seseorang yang
menderita kemiskinan yang parah, akan menghalalkan segala cara untuk memperoleh
kesenangan duniawi. Sering mengeluh dan tak ada rasa syukur serta tak pernah
puas terhadap apa yang ia dapatkan ialah penyakit hati yang membuat
penderitanya tak pernah lepas dari kemiskinan.
Sunday, 12 February 2017
Pengkhianatan dan Kesetiaan Dalam Bingkai Ormawa
Mahasiswa, dapat dikatakan bahwa ia adalah salah satu profesi
yang dapat mendewasakan seorang remaja. Mahasiswa adalah sebuah profesi yang
dapat membentuk paradigma berpikir kita. Mahasiswa adalah salah satu profesi
yang dapat menyadarkan kita tentang betapa kerasnya kehidupan seorang
terpelajar yang kemudian mengabaikan nuraninya ketimbang logika (pada umumnya).
Ya, begitulah kehidupan seorang mahasiswa jika ia terjun dan bergelut untuk
menjadi seorang aktivis, entah sebagai aktivis kampus atau aktivis di luar
kampus.
Apapun organisasi yang digeluti dan beragamnya bendera
organisasi yang menjadi jati diri anda, maka ia tak akan pernah lepas dari kata
arogansi. Arogansi organisasi ibarat partai politik yang mengobarkan semangat
juang untuk rakyat, namun pada kenyataannya meraka hanya memperjuangkan
aspirasi kelompok atau partainya. Walau meraka telah disatukan dalam sebuah
koalisi, bukanlah mustahil terdapat kubu-kubu yang menggoyahkan lambang suci
demokrasi. Bahkan ironisnya, mereka lahir dari gelar yang disanjung dan status
yang pernah mereka emban sebagai agent of
change namun dengan mudahnya mereka khianati. Mereka yang dulunya berteriak
di terik matahari, tak kenal lelah menuntut perubahan untuk Indonesia, namun
ketika mereka menanggalkan jubah agent of
change, jati diri mereka hilang bagaikan ditelan bumi.
Kembali ke arogansi organisasi. Organisasi apapun khususnya
dalam lingkungan kampus, tak luput dari proses politik. Sebagai contoh, pada
tingkat bawah birokrasi organisasi mahasiswa, terdapat organisasi yang disebut
dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), lalu di atasnya ada Himpunan
Mahasiswa Jurusan (HMJ), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas atau biasa
dikenal dengan Senat Fakultas, dan terakhir Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas.
Seorang mahasiswa yang memilih untuk menjadi aktivis kampus, perjalanan mereka
diawali dari lingkup HMPS. Mereka dibekali doktrin-doktrin yang mensanubari dari
para tetua mereka. Ini adalah organisasi pertama yang umumnya digeluti oleh
mereka, maka secara tidak langsung telah tertanam suatu paradigma, pandangan, bahwa
kepentingan HMPS adalah pertama dari kepentingan lainnya.
Tak bisa dihindari antara satu HMPS dengan HMPS lain terdapat
keangkuhan atau arogansi prodi yang berlebihan sehingga timbul suatu anggapan
bahwa prodi merekalah yang terbaik. Hal ini tentunya membuat mereka hidup dalam
sekat-sekat walau mereka berada dalam satu jurusan. Konflik yang lahir dari
arogansi prodi menciptakan insan-insan cerdas, baik dari segi intelektual yang
tervisualisasikan melalui retorika, hingga pada kemampuan untuk bermuka dua. Bahkan,
hanya untuk kepentingan prodi, tak jarang dalam tingkat HMJ maupun BEM Fakultas
ditemukan pengkhianatan, khususnya pada saat pemilihan Ketua HMJ atau ketua
BEM. Pengkhianatan yang lahir dari rasa kesetiaan pada jati diri organisasi asal
mereka.
Pengkhianatan dan kesetiaan dalam politik merupakan perkara
yang tak dapat dihindari dan dipilih begitu saja. Ketika mengatakan akan setia
pada organisasi ini, maka mungkin akan ada pengkhiatan terhadap organisasi
tersebut. Hal ini disebabkan oleh benturan kepentingan antara anggota
organisasi. Dalam politik, termasuk di lingkungan ormawa, tak ada kesetiaan
sejati. Bahkan dalam HMPS saja, terdapat konflik yang berujung pada
pengkhianatan prodi sendiri. Namun, tak perlu dikhawatirkan, karena kesetiaan
pada prodi akan terbentuk sendirinya. Sejauh anda berjalan di jalan yang salah,
anda tak dapat mengubur jati diri anda sebagai bagian dari organisasi karena
anda lahir dari rahim prodi anda sendiri. Dalam darah anda, terdapat darah
prodi. Itulah hukum ormawa yang berlaku dan tak dapat disangkal oleh siapapun.
Itulah letak kesetiaan pada organisasi di tingkat prodi. Ia
bagaikan kesetiaan pada fakultas di tingkat universitas. Walau terkadang
mengatakan akan mendahulukan kepentingan organisasi, misalnya kepentingan BEM
universitas, namun tak dapat disangkal bahwa percikan-percikan atau warna-warna
fakultas selalu mendominasi sikap dan tindakan mereka di BEM universitas.
Layaknya kesetiaan pada HMPS dan pengkhiatan pada HMJ atau BEM Fakultas. Itulah
siklus ormawa yang tak bisa dihindari. Ia akan punah, apabila doktrin-doktrin
dari para tetua mereka dibumihanguskan. Namun, inilah letak keindahan
permaianan politik di tingkatan ormawa. Hari ini adalah teman, namun besok ia
bisa menjadi musuh anda. Hari ini mereka adalah musuh anda, namun besok ia bisa
menjadi teman anda. Inilah siklus kehidupan ormawa. Karena untuk ormawa,
pengkhianatan adalah bentuk kesetiaan.
Friday, 10 February 2017
Keindahan dan Keburukan
Keindahan dan
keburukan, ibarat perbandingan antara cantik dan buruk rupa. Keindahan akan
tervisualisasikan secara anggun, sebaliknya keburukan akan tervisualisasikan
secara buruk rupa. Tak ada keindahan tanpa keburukan, dan tak ada keburukan
tanpa keindahan. Keduanya saling melengkapi laksana putih dan hitam, terang dan
gelap. Keduanya merupakan satu kesatuan yang dapat diperumpamakan sebagai
kausalitas, sebab akibat. Melalui keburukan, kita dapat melihat keindahan,
begitupun sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh keindahan itu sendiri merupakan
persepsi dari perbandingan keadaan yang dilandasi pemikiran terhadap
pengetahuan tentang apa yang disebut dengan keburukan. Sehingga, baik keindahan
maupun keburukan merupakan pandangan terhadap penilaian atas suatu objek yang
dilihat oleh panca indera yang kemudian diinterpretasikan oleh akal pikiran
hingga melahirkan suatu opini.
Jika ditinjau dari perspektif
etika, penginterpetasian suatu objek hingga melahirkan opini keindahan dan
keburukan akan melibatkan rasionalisasi nilai dan norma kehidupan. Perilaku
yang tercermin dari tindakan seorang insan melambangkan representatif keindahan
dan keburukan. Keindahan dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dinilai
baik, sementara keburukan diartikan sebagai suatu keadaan yang dinilai buruk
atau tidak pantas sesuai dengan nilai dan norma kehidupan. Tentunya, perilaku
yang mengandung unsur indah dapat diterima secara umum, sebaliknya perilaku
yang buruk tidak dapat diterima oleh nurani.
Prosedur Pendaftaran Olah Data dan Bimvat SPSS
“Tak perlu
khawatir, tak perlu ragu, ayo bergabung bersama kami karena kami siap memberikan
pelayanan dan bimbingan terbaik kepada anda.” - S-Hunter
Subscribe to:
Posts (Atom)