Friday, 10 February 2017

Keindahan dan Keburukan

Keindahan dan keburukan, ibarat perbandingan antara cantik dan buruk rupa. Keindahan akan tervisualisasikan secara anggun, sebaliknya keburukan akan tervisualisasikan secara buruk rupa. Tak ada keindahan tanpa keburukan, dan tak ada keburukan tanpa keindahan. Keduanya saling melengkapi laksana putih dan hitam, terang dan gelap. Keduanya merupakan satu kesatuan yang dapat diperumpamakan sebagai kausalitas, sebab akibat. Melalui keburukan, kita dapat melihat keindahan, begitupun sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh keindahan itu sendiri merupakan persepsi dari perbandingan keadaan yang dilandasi pemikiran terhadap pengetahuan tentang apa yang disebut dengan keburukan. Sehingga, baik keindahan maupun keburukan merupakan pandangan terhadap penilaian atas suatu objek yang dilihat oleh panca indera yang kemudian diinterpretasikan oleh akal pikiran hingga melahirkan suatu opini.
Jika ditinjau dari perspektif etika, penginterpetasian suatu objek hingga melahirkan opini keindahan dan keburukan akan melibatkan rasionalisasi nilai dan norma kehidupan. Perilaku yang tercermin dari tindakan seorang insan melambangkan representatif keindahan dan keburukan. Keindahan dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dinilai baik, sementara keburukan diartikan sebagai suatu keadaan yang dinilai buruk atau tidak pantas sesuai dengan nilai dan norma kehidupan. Tentunya, perilaku yang mengandung unsur indah dapat diterima secara umum, sebaliknya perilaku yang buruk tidak dapat diterima oleh nurani.


No comments: